Translate

Minggu, 08 Agustus 2021

Terjebak di antara WC macet dan antrian | terciduk

 KISAH NYATA...

Cerita ini berlatar perjalanan mudik 2018,

perjalanan waktu itu arah menuju kembali ke Bandung, start dari Kebumen.

pada waktu itu lagi tren kata "terciduk"alias ketahuan atau tertangkap basah

waktu itu hampir lewat setengah perjalanan, 

kami kelelahan dan kepanasan di atas sepeda motor, Kamiputuskan mampir di SPBUbesar yang merangkap Rest Area.

posisi parkir kami sengaja sedekat mungkin engan WC umum supaya mudah mengeksekusi urusan buang air,

Sebelum kembali on the road saya buang air besar dulu,

waduh..antre bro.. padahal ada banyak WC tapi tetap muncul antrian,

Akhirnya kebagian WC yang di tengah,

karena mustri antre jadi pas giliranku sengaja aku lama lamain biar sekalian istirahat.. peduli amat sama yg antri di belakangku, toh tadi juga aku musti bersabar he..he..

dan ketika beres dan mau proses flush alias mengguyur supaya kotoran turun terjadilah itu

belum di guyur malah air di permukaan WC naik, diguyur tambah naik. proses flush susah.

gimana nih.. mana antrian masih ada di belakangku, bisa dikira ga di flush dong,

Tanpa pikir panjang lagi aku pakai gayung.. dan terciduklah kotoran tadi..aku siramkan ke lobang yang lain di lantai... 

hatiku lega, 

wis beres dan aman...

lalu keluar menuju kendaraan,

istriku kalo bicara memang agak keras..udah kebiasaan keluarga, petani kalo ngobrol bisa pada jarak belasan meter di sawah.

istri "kok lama banget?" (dengan suara keras)

saya "iya nih WC nya macet" 

istri "loh berarti kamu tinggalin dalam posisi kotor dong?"

saya "tidak juga, setelah melakukan pengamatan dibawah tekanan..akhirnya terciduklah tersangka itu lalu kukirim ke lobang yang lain"

istri "apa kau ambil lagi kotoran itu pake gayung.?!"

saya "iya, musti gimana lagi..ada antrian  ntar aku ketahuan dong"

kami baru sadar ngobrol dengan suara keras dan ternyata banyak yang denger lalu menoleh,

waduh malunya...dah kabur aja.

cepat cepat kami naik sepeda motorlalu melesat pergi.

di atas motor istri dan anakanakku masih saja menertawakan ketercidukan yang kulakukan tadi.

apa ceritamu?tulis di kolom komentar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar