MARTO DI MASA PANDEMI
Masih segar di ingatan mengenai mudik tahun lalu yang luar
biasa dan out off the box.
Tahun lalu kami naik motor berempat membawa tenda dan
perlengkapan camping dari bandung menuju kebumen
Kami menginap di sebuah lapangan yg dipake oleh BNPB untuk
rest area dan markas pantau mudik
MENGAPA MENGINAP DI TENDA?
Karena pengen merasakan sensasi tidur di alam, berkemah
Lah emangnya saya kurang berkemah waktu pramuka dan masa
muda dulu?
He..he.. waktu SD SAYA GA IKUT PRAMUKA KARENA SETIAP HARI MUSTI
MENGGEMBALAKAN KAMBING dari jam 2 siang sampai 5 sore
Apakah anak juga ga pramuka?
Anak sekolah di sekolah swasta, banyak anak2 keturunan yg
mungkin ga akan dapat ijin krn lemah jadi pihak sekolah Cuma berani mengadakan
hiking saja..tanpa camping
Jadi pas kan situasinya?
SEBENARNYA TUJUAANYA ADALAH AGAR SI KECIL TIDAK PERLU MENDENGAR PETASAN TETANGGA DI HARI PERTAMA LEBARAN SETELAH TURUN DARI SHOLAT IED..KAMI BERENCANA SIANG BARU SAMPAI RUMAH
Beberapa bulan sebelum puasa 2020 kami udah niatkan untuk
mengulangnya, tapi sepertinya ada hal hal yang menyulitkan
1. kondisi ekonomi bulan Oktober 2019 mengalami kelesuan karena pilpres 2019 sehingga
jualan sepi, kondisi membaik di bulan Desember.. wah mulai mengembang senyuman
2. bulan Februari 2020 mulai ada wabah Covid-19 (pandemic corona),
saat ini saya tulis posisi sepertinya ada tren datar menurun..
Yang sembuh semakin banyak, yg positip tapi sembuh sendiri
juga banyak, penambahan kasus per hari sekitar 200 tp angka kematian sudah
dibawah 10%.. Puji Tuhan.. itu artinya immune masyarakat sudah mudah mendeteksi
dan melumpuhkan virus ini
Saya orang awam tapi saya yakin bahwa angka riil penderita
covid itu jauh diatas apa yg terrlihat di tv karena udah jelas namanya flu itu
bisa sembuh sendiri.. kl ga sesak napas maka ga akan ke dokter dan ga terdeteksi
pemerintah
Kali ini mudik dilarang.. bahkan yg nekat mudik akan
dikarantina 14 hari di kampung halaman..what 14 hari? Terlewat dong masa
lebarannya
Saya tdk mau menyalahkan mereka yang mudik krn hidup di kota
itu mahal, pandemic membuat kelesuan ekonomi yang parah, kemarin pun saya mengalami
ga kuat beli bensin buat si Zuki (motor smash kami)
Kemarin bahkan saya berhutang 50rb pada seorang bapak yg tdk
sy kenal namanya, beliau selalu ketemu saya krn setiap hari kami ke lapangan
desa untuk olah raga atau sekedar menghirup udara segar dan merelaksasi mata.
Pemerintah menyatakan bahwa libur lebaran akan di geser ke
bulan Desember, tentunya saya senang
Sebagai orang Kristen susah mudik krn libur natal dan tahun
baru itu terpisah jadi ga mudik.
Lain cerita anak saya yg sekolah di sekolah Kristen..kl
desember ada libur agak panjang jadi orang2 batak bisa pulang kampung, banyak
guru dan murid dari suku Batak
Kami membayangkan mudik kali ini bisa dilakukan di bulan
desember
Biasanya mudik susah jalan jalan krn musti ini dan itu,
misalnya hari pertama dan kedua harus diam di rumah agar tetangga dan sodara
bisa lihat kalo kami mudik..semacam setor muka gitu
Hari ketiga bisa jalan2 sehari..hari keempat udah
balik/persiapan balik
Sehari itu mau kemana bisa bingung..ada yg ingin ke
magelang, pengen ke pantai ambal atau parangtritis.
mungkin lebih bebas kemana mana kalo mudiknya Desember
BERKEMAH LAGI?
Kami berana untuk berkemah lagi, saya tanya istri “kalo
desember mudik mau bawa tenda ga?” jawabnya “harus..kita berkemah lagi saja,
aku suka kok berkemah”..wah cocok nih, berkemahnya bukan krn aku pengen..tp
sekeluarga pengen.
RODA TIGA NIAGA
Soal apa lagi ini?... he..he..he
ini inspirasinya.. ngambil dari youtube
Saya punya impian kecil yang lagi2 out off the box,
Mudik pake motor niaga roda tiga..pake mobil terlalu main
stream
Kami memang blm punya mobil..sepertinya masih jauh krn
sekolah anak mahal..SPP TK 360rb saat SMP 420rb/bln jadi mobil charade atau
hijet yang kisaran 10jt saja kami blm mampu beli..ikhlaskan sajalah..hidup
harus berjalan
Mencoba berpikir waras..mobil kl sudah seharga motor matic
low end itu pastinya mobil sangat tua, banyak yg ekonomi rusak krn ngurusin mobil
tua..bensin dan pajaknya juga musti dipikirin.
Kemarin sore ngobrol sama istri,
Aku agak malas sekarang mikirin mobil, mendingan motor
niaga..bisa buat dagang, narik angkutan barang, jualan bergerak bahkan bisa
buat mudik asik
Inspirasi:
Setiap perjalanan mudik,kl lihat ada yg mudik pake motor
roda tiga langsung saya kejar..saya ikutin di belakangnya, tujuannya
1. mendengarkan suara mesinnya, apakah ngotot di kecepatan
50-60 (kecepatan yg biasa sy terapkan)?
2. memperhatikan berapa orang yang diangkut
3. barang apa saja terangkut
4. posisi duduk/ tidur penumpang apakah nyaman?
5. posisi joki apakah nyaman? Katanya kaki panas kena
hembusan radiator jadi biasanya kaki ngangkang agak tinggi ke depan (itu bujkan
hambatan besar)
6. melihat seperti apa gonjangan/bantingan pegas..krn motor
niaga diseting untuk beban berat..bisa kurangi lembaran per nya kl mau
empuk..cukup mudah. Biasanya pake alas kasur jadi ada redaman yg kuat
7. menyempatkan bertanya, dari mana dan hendak kemana?,
motor beginian rewel ga?
Sebenarnya untuk point 7 ini tidak krusial krn saya di
facebook juga masuk grup KMRTI (komunitas motor roda tiga Indonesia) disana
dibahas suka duka sampai tips menangani problem “roti” (roda tiga)
Pajak roti murah, perawatan cukup mudah, sparepart murah,
tidak takut gagal stater seperti mobil krn bisa diengkol seperti motor pada
umumnya
------------------------------------------------------------------------------
update 29 januari 2021
pandemi membuat kami benar benar kesulitan bahkan SPP di tahun 2020 dari naik kelas sampai akhir tahun belum terbayar, itu ada hubungannya dengan istri yang dibuang oleh pabrik..
kalo pabrik yang butuh maka pekerja harus siap bekerja sembunyi sembunyi dengan taruhan nyawa..kalau pabrik goyah maka pekerja yang tadi bertaruh nyawa itu dibuang, orang kaya bebas..
saya takut anak dikeluarkan? tidak.. berani mengeluarkan anak karena hutang SPP pasti dihajar habis kalau tercium oleh media
mudik 2020 tidak terlaksana karena keadaan, saat update ini ditulis pandemi belum beres. jadi lompat ke tahun selanjutnya
kami berharap tapi belum sampai membuat rencana krn melihat situasi masih seperti ini.
istri bekerja di konveksi rumahan dengan upah borongan .. tapi kami syukuri.
kemungkinan besar tahun 2021 kami tidak mudik demi kestabilan keuangan dan usaha
...bersyukurlah apapun keadaannya...